![]() |
| Local photo 2025 by. Devi, momen pertandingan |
Dari gelanggang Laga Tangkas, lahir para pendekar muda.
Langkah mereka tegas, pukulan mereka jujur, semangat mereka tak tergoyahkan.
Hari ini, nama SMPN Ekologi bergema di Kejuaraan Pencak Silat Bima Suci Kabupaten Purwakarta.
Ini bukan sekadar pertandingan—ini adalah bukti perjuangan.
==============================================
Purwakarta, 15/12/2025, Hari ini menjadi saksi bisu lahirnya para pendekar muda. Di arena Laga Tangkas DISPORAPARBUD, semangat, doa, dan tekad berpadu dalam Kejuaraan Pencak Silat Antar Pelajar Bima Suci Kabupaten Purwakarta. Sejak pagi, denting langkah para atlet muda menggema, mengiringi harapan yang dipanjatkan oleh setiap sekolah yang bertanding.
Dengan iringan doa dan rasa syukur yang mendalam, Alhamdulillah, kontingen SMPN Ekologi menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan dengan hasil yang membanggakan. Satu per satu, anak-anak tampil penuh keberanian, mengerahkan teknik, disiplin, dan mental juara yang telah ditempa lewat latihan panjang.
Sorak sorai membuncah saat Arfa Saiful Millah (8A) tampil dominan dan memastikan diri sebagai Juara 1 Kelas F Pra Remaja. Tak berselang lama, prestasi gemilang kembali terukir lewat Nano Febrian (9A) yang menunjukkan ketenangan luar biasa hingga meraih Juara 1 Kelas I Pra Remaja, disusul Elvan Lafau (9E) yang tampil eksplosif dan mengunci Juara 1 Kelas H Pra Remaja.
Perjuangan tak berhenti di puncak podium. Dengan semangat pantang menyerah, Samuel Sigalingging (8C) dan M. Pupun Fachrezi (8D) mempersembahkan hasil terbaik sebagai Juara 2 masing-masing di Kelas I dan Kelas H Pra Remaja. Keringat dan kerja keras mereka menjadi bukti bahwa setiap langkah di gelanggang adalah pelajaran berharga.
Tak kalah membanggakan, Revan Cornelius (8C) berhasil menorehkan prestasi sebagai Juara 3 Kelas E Pra Remaja, disusul Sagara Cakra Buana (9A) yang dengan gigih mengamankan Juara 3 Kelas J Pra Remaja. Mereka berdiri tegak, membawa nama sekolah dengan penuh kebanggaan.
Deretan prestasi ini bukan sekadar angka dan gelar. Ia adalah cerita tentang disiplin, keberanian, dan kekompakan. Tentang pelatih yang setia membimbing, orang tua yang tak henti berdoa, serta siswa-siswa yang berani bermimpi besar.
Hari ini, SMPN Ekologi pulang dengan kepala tegak. Dari gelanggang Laga Tangkas DISPORAPARBUD, lahir keyakinan bahwa masa depan pencak silat—dan karakter generasi muda—sedang ditempa dengan kuat. Selamat kepada seluruh atlet. Teruslah melangkah, wahai pendekar muda!
Kontributor : Tim media ekologi
